Skill freelance yang dicari dan laku di jual online

skill freelance yang banyak dicari

*Curhat Mode On*

Setelah saya resign dari kantor terdahulu pada akhir tahun 2018, saya langsung berniat untuk menjadi freelancer, dengan bekerja di rumah secara online. Meskipun waktu itu saya belum terlalu punya gambaran mau kerja apaan.

Setelah beberapa lama mencari-cari informasi sana sini, saya kemudian mendaftar di beberapa website freelancer, diantaranya freelancer.com, projects.co.id dan fiverr.com. Saya coba lihat-lihat kira-kira skill apa yang saya punya dan bisa saya jual.

Kemudian saya tersadarkan.

Pengalaman saya bekerja 10 tahun sebagai IT Supervisor di sebuah perusahaan ekspedisi ternyata kurang laku di jual online. Skill saya apa sih? Yang paling banyak trouble shooting hardware dan software, network building, help desk, data dan system analis. Sedikit skill di programming php dan sql sepertinya tidak cocok dijual. Saya kurang bisa ngoding. Desain grafis juga nyaris 0.

Akhirnya, skill yang saya coba tawarkan adalah web design and web development, dengan menggunakan CMS, satu skill yang sudah saya pelajari sebelum saya bekerja sebagai IT. Saya dari dulu memang cukup sering blogging, lebih sering untuk mengisi waktu saya sewaktu kerja sebagai operator warnet.

Skill lain yang saya jual: Content Writing, menulis lepas sesuai pesanan client.

2 skill itu ternyata juga tidak mudah laku, apalagi saya belum punya cukup reputasi.

Tiap kali ada client yang mem-post kerjaan yang kira-kira cocok dengan skill saya, ternyata yang bidding sedemikian banyak. Dan lagi-lagi saya kalah karena reputasi.

Dalam hal bahasa inggris saya juga mengalami keterbatasan, saya lebih bisa menulis dalam bahasa Indonesia, sementara content yang banyak dicari adalah dalam bahasa inggris.

Akhirnya saya putuskan untuk mencari kerjaan selain online dulu. Sambil sesekali masih nulis blog.

Ketika bulan maret 2020 pemerintah menyatakan Indonesia darurat Covid-19, saya terpaksa memutuskan untuk kembali ke dunia Online.

Kali ini saya mencoba untuk bekerja di beberapa website microtask atau crowdsource, yang isinya kita disuruh mengerjakan kerjaan simple yang tidak perlu skill, dan gajinya juga dihitung per job. Gajinya tidak seberapa, hanya beberapa sen per job. Tetapi saya pikir lumayan juga kalau ditelateni. Beberapa website yang saya bergabung antara lain Remotask, Appen, Clickworker, dan beberapa web survey berbayar. Ada juga beberapa website lain tapi saya tidak bisa mendaftar dikarenakan pendaftaran mereka sudah tutup akibat terlalu banyak peminat.

Selain di microtask, saya juga tetap mencoba memasarkan 2 skill saya di atas, utamanya melalui Fiverr dan juga beberapa teman secara offline / personal.

Sekitar pertengahan april saya menemukan fakta bahwa kerjaan microtask yang tersedia di website yang saya sebutkan diatas sudah mulai jarang. Tidak tiap hari ada task / job yang bisa saya kerjakan.

Saya duga sih ini karena di seluruh dunia sedang dilanda darurat covid-19, semua orang di himbau tetap di rumah, banyak yang work from home, atau bahkan di rumahkan tanpa digaji. Sehingga banyak orang yang mencoba mencari pendapatan secara online. Sementara di sisi client, permintaan ataupun pekerjaan yang di-post juga berkurang, karena memang ekonomi sedang surut.

Akhirnya saya pun memutuskan bahwa microtask sudah tidak bisa diharapkan, setidaknya di saat-saat sekarang.

Kembali saya pun fokus ke content writing dan web development. Tapi untuk web semenjak masa corona ini saya baru dapat 2 client, hehe. Kalau content, saya sudah beberapa kali dapat job di fiverr, dan beberapa job personal. Thanks buat teman-teman saya yang sudah memberi saya kerjaan.

Namun tetap jumlah permintaan artikel juga tidak banyak, membuat saya lebih banyak menulis untuk blog saya sendiri, yaitu kendo.web.id, simpewaytodothings.blogspot.com dan best10indonesia.blogspot.com . Niat saya sih siapa tahu bisa di uangkan dengan dipasang iklan sebangsa adsense.

Tetapi karena jumlah post saya belum banyak, hal tersebut juga belum bisa diharapkan. Termasuk website kendo.web.id yang sudah cukup banyak artikel dan umur domain yang lebih dari 10 tahun. Hal ini dikarenakan tim google adsense belum bisa me-review website saya dikarenakan kekurangan SDM, akibat COVID-19.

Dari apa yang saya alami diatas, saya menyimpulkan ada beberapa skill yang memang laris manis dijual secara online (freelance), diantaranya adalah:

  • Desain Grafis

Ini adalah skill yang menurut saya paling banyak di cari dalam website freelancer. Sayangnya saya sendiri kurang mumpuni dan alasan saya tidak berusaha belajar adalah karena saya dari dulu kurang bisa berfikir kreatif, kurang berjiwa seni. Jadi menurut saya kalau desain grafis selain harus menguasai penggunaan software juga punya jiwa artistik, dan saya tidak punya kedua-dua nya.

  • Content Writer

Saya bisa dibilang cukup mampu lah untuk job ini, hanya mungkin saya kurang koneksi dan kurang pengalaman, serta kurang rating / reputasi (di web freelancer kebanyakan orang memilih freelancer yang punya rating dan reputasi bagus). Selain itu kendala bahasa bagi saya juga agak menjadi problem. Tetapi ini adalah salah satu skill andalan saya.

Saya juga menemukan akun freelancer yang sudah bisa menyelesaikan ribuan job menulis content, dengan rating dan reputasi bagus tentunya.

Tarif di web freelancer beragam untuk content writer. Ada yang sekitar $5 untuk 500 kata, ada yang dengan harga sama bisa mendapat 2 artikel, tetapi ada juga penulis professional (mungkin semacam wartawan) yang memasang tarif ratusan dollar per artikel.

  • SEO Service

Saat ini orang banyak sekali menulis artikel atau blog, dan berharap website mereka dibaca banyak pengunjung. Tetapi untuk bisa di baca oleh banyak pengunjung membutuhkan usaha, salah satunya dengan berupaya agar website kita bisa masuk peringkat atas di google ketika orang mencari artikel dengan kata kunci tertentu. Misal saya ingin website saya www.kendo.web.id muncul di hasil paling atas untuk kata kunci “kendo indonesia”, maka saya harus berupaya untuk itu. Ada tips dan trik nya. Nah upaya untuk meningkatkan peringkat website tersebut disebut dengan SEO atau search engine optimization. Saat ini banyak orang menjual jasa SEO di website freelancer. Mulai dari harga $5 hingga ratusan dollar.

SEO ada 2 type, on page dan off page. On page : mengoptimalkan konten agar “menarik” google, dan Off page salah satunya dengan membuat website kita banyak menjadi rujukan di website lain.

Kedua jenis SEO tadi tetap membutuhkan skill di content writing juga sih.

  • Translator

Ini masih ada hubungan dengan 2 skill di atas, tetapi kl translator mgkn lebih ribet karena harus banyak mengenal kosa kata khusus, missal di bidang teknik. Plus juga harus mempunyai wawasan di bidang yang diterjemahkan. Kalau cuman modal bahasa saja, terjemahan bisa kurang cocok.

Skill ini saat ini banyak dicari orang. Tentunya ada syarat-syarat agar kita bisa mendapat client sih. Terutama yak kembali ke rating dan reputasi tadi.

Ada juga website khusus penerjemah yang kita harus melawan untuk bisa diterima. Kalau ini lebih sulit tapi juga bisa jadi lebih mudah karena tidak banyak saingan. Syarat utama sih punya sertifikat misal ijasah s1 yang ada hubungannya dengan skill penerjemah, atau pun sertifikat penerjemah dari lembaga atau web yang bonafid.

  • Programmer

Baik web maupun desktop. Bahasa pemrograman juga ada banyak. Yang saat ini mungkin sering saya lihat dibutuhkan orang terutama sih java. Saya sendiri kurang berminat dengan skill ini. Sejak jaman kuliah saya kurang pandai coding, atau mungkin karena malas sih, hehe.

Well demikianlah curhat saya dan sedikit sharing tentang skill freelance yang paling laku di jual online. Kalau ada teman yang mau menambahkan monggo, saya juga masih perlu banyak masukan dan wawasan nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Menu