Salah kaprah nama makanan china (Chinese Food) di Indonesia

26 Maret 11.30, jumlah kasus COVID-19 makin bertambah. Secara global, 471,417 kasus, dengan total meninggal 21,295 , dan sembuh 114,642. Berarti masih ada 335,480 orang yang terinfeksi.

Covid-19 Global march 26
Covid-19 Global march 26

Itu data menurut WHO. Amerika Serikat melesat dengan jumlah kasus mencapai 68 ribu, ke tiga paling banyak sedunia, setelah China dan Italy.

Covid-19 Global march 26 2
Covid-19 Global march 26 2

Untuk di Indonesia Sendiri, masi di angka 790 , dan semoga saja tidak bertambah. Aaamiiin.

Indonesia covid-19 March 26

Ok lah semoga dunia semakin membaik. Kita tinggalkan dulu hiruk pikuk seputar virus Corona, kita kembali blogging.

Kali ini, saya ingin membahas mengenai salah kaprah nama makanan Chinese Food di Indonesia, yang mana chinese food ini sudah sedemikian populer sehingga sudah serasa makanan asli Indonesia, terutama dengan komposisi bahan yang sudah menyesuaikan selera dan kondisi di Indonesia.

Namun karena penyesuaian tersebut, maka arti harfiah dari nama tersebut pun jadi tidak nyambung atau kurang cocok dengan menu / bahan dari makanan tersebut. Berikut ini adalah beberapa di antaranya;

Capcay

capcai, lisensi : tribunnews.com

Cap cai ( 雜菜) secara harfiah dalam bahasa hokkian artinya sepuluh sayuran, Cap artinya sepuluh dan cai artinya sayur. Namun secara istilah lebih tepatnya diartikan bermacam sayuran / aneka sayuran.

Meskipun makanan ini berasal dari china, tapi konon tidak populer di negeri asalnya, justru terkenal di Indonesia. Konon sih karena yg menemukan resep dan memberi nama adalah para keturunan china yang ada di Indonesia.

Salah kaprahnya adalah: Meskipun namanya capcai, aneka sayuran, di Indonesia umum menggunakan campuran atau bahan selain sayuran, seperti udang, sosis, dan lain-lain. Jadi esensi dari cai (sayur) yang merujuk ke para vegetarian, jadi kurang pas.

Bak Wan / Bak mie / Bak So, Bak Pia, Bak Pao

Bakpao (sumber : fimela.com)
Bak Pao (source: fimela.com)

Secara harfian, Bak dalam bahasa hokkian berarti daging, atau juga ada yg menyebut artinya daging babi. Sehingga harusnya makanan di atas mengandung daging (atau daging babi). Tapi pada praktek di lapangan, di Indonesia, seringkali isinya bukan Daging.

Well, sebenernya ada banyak lagi ya nama makanan Chinese Food yang nama dan isi / bahannya tidak sesuai, dikarenakan mengikuti adat / budaya / kondisi di Indonesia. Ya namanya juga adaptasi budaya, asimilasi mungkin ya istilahnya.

Dikarenakan mood nge-blog saya sudah turun, nanti sambung lagi ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Menu